DLHKP Kebumen Latih Nelayan Hadapi Situasi Darurat di Laut Lewat Bimtek Sertifikasi Kecakapan Nelayan
DLHKP Kebumen Latih Nelayan Hadapi Situasi Darurat di Laut Lewat Bimtek Sertifikasi Kecakapan Nelayan
Kebumen — Dinas Lingkungan Hidup, Kelautan, dan Perikanan Kabupaten Kebumen menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sertifikasi Kecakapan Nelayan sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan keselamatan kerja nelayan.
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 14 hingga 15 April 2026 di Gedung Pertemuan TPI Tanggulangin, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, dengan melibatkan puluhan nelayan dari wilayah pesisir setempat. Narasumber dalam kegiatan ini berasal dari PPS Cilacap.
Bimtek ini bertujuan untuk memberikan pemahaman serta keterampilan kepada nelayan terkait pentingnya sertifikasi kecakapan, keselamatan pelayaran, serta praktik penanganan kondisi darurat di laut.
Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga mengikuti sesi praktik langsung penggunaan alat-alat keselamatan. Praktik tersebut meliputi penggunaan life jacket dan lifebuoy ring sebagai alat keselamatan dasar, serta teknik pemadaman kebakaran di atas kapal menggunakan kain basah, selimut api, dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Selain itu, peserta juga dilatih menggunakan flare dan smoke signal sebagai alat komunikasi darurat yang berfungsi untuk memberikan tanda saat terjadi kondisi yang tidak diinginkan di laut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kelautan, dan Perikanan Kabupaten Kebumen menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalitas nelayan. Melalui bimtek ini, nelayan diharapkan mampu memahami sekaligus menerapkan standar keselamatan kerja secara optimal saat melaut.
Para peserta menyambut baik kegiatan ini karena dinilai memberikan manfaat nyata, khususnya dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko kecelakaan di laut.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan nelayan di Kabupaten Kebumen semakin terampil, profesional, serta mampu menjalankan aktivitas penangkapan ikan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan keberlanjutan.
