Wakil Bupati Kebumen Kunjungi Sekretaris Ditjen Pengelolaan Kelautan KKP, Dorong Pengembangan Industri Garam Lokal
Wakil Bupati Kebumen Kunjungi Sekretaris Ditjen Pengelolaan Kelautan KKP, Dorong Pengembangan Industri Garam Lokal
Kebumen – (12/11) Wakil Bupati Kebumen, H. Zaeni Miftah bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kelautan, dan Perikanan (DLHKP), Drs. Asep Nurdiana, M.Si. melakukan kunjungan kerja ke Sekretariat Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati menyampaikan aspirasi daerah untuk mempercepat pembangunan industri garam di pesisir Kebumen.
Kebumen memiliki garis pantai sepanjang 63,53 km yang menurut kajian DLHKP, memiliki potensi besar untuk produksi garam berkualitas tinggi. “Kondisi alam kami sangat mendukung, terutama dengan kualitas air laut yang bersih dan iklim yang cocok,” ujar Wakil Bupati. Ia menambahkan bahwa ketersediaan lahan Badan Milik Daerah (BMD) semakin memperkuat peluang investasi di sektor ini.
Selama pertemuan, Wakil Bupati secara resmi meminta kepada Sekretaris Ditjen Pengelolaan Kelautan, Bapak Dr. Miftahul Huda, M.Si., untuk mengalokasikan anggaran khusus bagi pengembangan garam di Kebumen. “Kami berharap dukungan anggaran dari KKP dapat mempercepat pembangunan infrastruktur dan teknologi pengolahan garam,” katanya.
Dr. Miftahul Huda, M.Si. menanggapi positif permohonan tersebut. Ia menyatakan akan berupaya mengintegrasikan program-program Direktorat Pengelolaan Kelautan yang ada untuk meningkatkan produksi garam di Kebumen. “Kami siap membantu melalui skema pendanaan dan pendampingan teknis. Namun, kami memerlukan proposal detail dari pihak daerah agar dapat dibahas lebih lanjut,” jelasnya.
Wakil Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan menyusun dan mengajukan proposal lengkap mengenai rencana pengembangan industri garam. “Dengan dukungan KKP, kami yakin garam Kebumen dapat menjadi produk unggulan di Jawa Tengah, menyerap tenaga kerja lokal, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menambah sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya.
Pengembangan industri garam di Kebumen ini tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan warga pesisir, tetapi juga memperkuat posisi Kebumen dalam peta ekonomi maritim nasional.
