Strategi Penguatan Jejaring Usaha Dorong Pemanfaatan Gudang Beku Portabel KNMP Karangduwur
Strategi Penguatan Jejaring Usaha Dorong Pemanfaatan Gudang Beku Portabel KNMP Karangduwur
KARANGDUWUR, KEBUMEN – Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Dinas Lingkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan (DLHKP) terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui optimalisasi pemanfaatan sarana perikanan di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui aksi perubahan “Strategi Efisiensi dan Penguatan Jejaring Usaha Gudang Beku Portabel di Kampung Nelayan Merah Putih”. Aksi perubahan ini diarahkan untuk membangun tata kelola dan jejaring usaha yang mampu mendukung pemanfaatan Gudang Beku Portabel (GBP) secara berkelanjutan.
Keberadaan GBP di KNMP Karangduwur diharapkan tidak hanya menjadi sarana penyimpanan hasil tangkapan nelayan, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem usaha perikanan yang menghubungkan nelayan sebagai produsen, pelaku usaha sebagai distributor, hingga mitra pengguna dan pengolah hasil perikanan.
Dalam pelaksanaannya, aksi perubahan tersebut dilatarbelakangi oleh masih perlunya penguatan tata kelola operasional GBP, mekanisme pemanfaatan, kesinambungan bahan baku ikan, pembiayaan operasional, serta jejaring dengan calon pengguna maupun mitra usaha.
Sebagai langkah awal, telah disusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Operasionalisasi Gudang Beku Portabel. SOP tersebut menjadi pedoman dalam pengoperasian GBP, pelayanan penyimpanan ikan, pencatatan administrasi, pengelolaan keuangan, hingga pelaksanaan kerja sama dengan berbagai pihak.
Selain itu, dilakukan pemetaan calon mitra dan peluang kerja sama yang berpotensi mendukung pemanfaatan GBP. Mitra tersebut antara lain SMK Negeri 1 Puring, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pedagang ikan, pengolah ikan, serta perusahaan yang bergerak di bidang perikanan.
Uji coba pemanfaatan GBP KNMP Karangduwur mulai dilaksanakan pada 19 September 2026. Pada tahap awal, telah terjalin kerja sama antara KNMP dengan UD Paus Biru dan SMK Negeri 1 Puring.
Implementasi kerja sama tersebut mulai diwujudkan melalui pengiriman 150 kilogram ikan lea ke SMK Negeri 1 Puring pada 19 September 2026. Selanjutnya, pada 22 September 2026, sebanyak 1,5 ton ikan layur dikirim melalui UD Paus Biru menuju Cilacap.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun jejaring usaha perikanan dari hulu hingga hilir. KNMP Karangduwur berperan sebagai salah satu sumber bahan baku ikan segar, yang selanjutnya dapat disalurkan melalui distributor maupun mitra pengguna sesuai karakteristik komoditas dan kebutuhan pasar.
Untuk komoditas ikan dengan nilai ekonomi tinggi, jejaring usaha dapat diarahkan melalui mitra usaha seperti UD Paus Biru untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Sementara itu, ikan konsumsi lokal dapat disalurkan kepada SMK Negeri 1 Puring dan mitra lainnya untuk selanjutnya diolah menjadi produk pangan.
Hasil olahan tersebut berpotensi dikembangkan dalam bentuk produk beku maupun dimanfaatkan untuk mendukung penyediaan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui SPPG sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan yang berlaku.
Monitoring dan evaluasi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan inovasi. Pemantauan dilakukan terhadap kondisi sarana, penerapan SOP, tingkat pemanfaatan GBP, volume dan frekuensi penggunaan, perkembangan jejaring usaha, pembiayaan operasional, serta berbagai kendala yang dihadapi. Hasil monitoring selanjutnya menjadi dasar untuk penyusunan rekomendasi perbaikan dan tindak lanjut.
Melalui aksi perubahan ini, DLHKP Kabupaten Kebumen mendorong agar GBP KNMP Karangduwur dapat dikelola secara lebih terarah, produktif, dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar meningkatkan penggunaan fasilitas, penguatan jejaring usaha diharapkan mampu membangun ekosistem pengelolaan GBP yang melibatkan pengelola, nelayan, pelaku usaha, mitra pengguna, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya, sehingga memberikan manfaat bagi penguatan nilai tambah hasil perikanan dan perekonomian masyarakat pesisir.
